e-Learning MTs Miftahul Ulum Ngemplak

Komunitasnya Murid Pintar

  • Kalender

    Maret 2010
    S S R K J S M
    « Des    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Cek NISN

  • Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan materi e-Learning terbaru dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui e-Mail.

    Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya

Hati (liver)

Posted by Mas Kholid pada 21 Maret 2010

Hati (liver) merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Di dalam hati terjadi proses-proses penting bagi kehidupan kita yaitu proses penyimpanan energi, pembentukan protein dan asam empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun/obat yang masuk dalm tubuh kita. Sehingga dapat dibayangkan akibat yang akan timbul apabila tejadi kerusakan pada hati.

Beberapa Penyakit Hati Antara Lain

  1. Penyakit hati karena infeksi (misalnya hepatitis virus)
  2. Ditularkan melalui makanan & minuman yang tekontaminasi, suntikan, tato, tusukan jarum yang terkontaminasi, kegiatn seksual, dll.

  3. Penyakit hati karena racun (misalnya karena alkohol atau obat tertentu)
  4. Alkohol bersifat toksik tehadap hati. Adanya penimbunan obat dalam hati (seperti acetaminophen) maupun gangguan pada metabolisme obat dapat menyebabkan penyakit hati.

  5. Genetika atau keturunan (misalnya hemochromatosis)
  6. Gangguan imun (misalnya hepatitis autoimun)
  7. Penyakit autoimun merupakan penyakit yang ditimbulkan karena adanya perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri. Pada hepatitis autoimun umunya yang dilawan adalah sel-sel hati, sehingga terjadi peradangan yang kronis.

  8. Kanker (misalnya Hepatocellular Carcinoma)
  9. Kanker hati dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik diantaranya aflatoxin, polyvinyl chloride (bahan pembuat plastik),virus, dll.
    Aplatoxin merupakan racun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus dan dapat mengkontaminasi makanan selama penyim pangan, seperti kacang-kacangan, padi & singkong terutama pada daerah tropis. Hepatitis B dana C maupun sirosis hati dapat berkembang menjadi kanker hati.

Bentuk perhatian pada HATI dapat kita lakukan dengan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan peyakit hati.

Beberapa penyakit hati yang umum terjadi dan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi.

Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Virus merupakan penyebab hepatitis yang paling sering,terutama virus hepatitis A,B,C,D dan E. Pada umumnya penderita hepatitis A & E dapat sembuh, sebaliknya B & C dapat menjadi kronis. Virus hepatits D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B dan dapat memperparah keadaan penderita.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis hepatitis karena penderita hepatitis sering tidak bergejala atau tidak gejala tidak khas.

Pemeriksaan untuk hepatitis Akut :
– Enzim GOT, GPT
– Penanda hepatitis A (Anti Hav IgM)
– Penanda hepatitis B (HGsAg, Anti HBC IgM)
– Penanda hepatitis C (Anti HCV, HCV RNA)
– Penanda hepatitis E (Anti HEV IgM)

Pemeriksaan untuk hepatitis kronis :
– Enzim GOT,GPT
– Penanda hepatitis B (HBsAg,HBe, Anti HBc, Anti HBe, HBV DNA)
– Penanda hepatis C (Anti HCV,HCV RNA)

Penanda imunitas :
– Anti HAV
– Anti HBs

Sirosis Hati
Sirosis hati adalah penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi hati sudah sangat terganggu akibat banyaknya jaringan ikat di dalam hati. Sirosis hati dapat terjadi karena virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan, karena alkohol, salah gizi, atau karena penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu. Sirosis tidak dapat disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi (seperti muntah dan berak darah, aistes/perut membesar, mata kuning serta koma hepatikum).
Pemeriksaan unuk mendeteksi sirosis hati : Enzim GOT GPT (rasio GOT/GPT >1), waktu Protrombin, Protein Elektroforesis.

Kanker Hati
Kanker hati tejadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitiskronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B,C dan hemochromatosis.
Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker hati : AFP, PIVKA II

Perlemakan Hati
Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5% dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengkonsumsi berlebih disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), maupun bukan karena Steatohepatitis).
Pemeriksaan pada perlemakan hati :
Enzim GOT, GPT, Fosfatase Alkali.

Kolestasis dan Jaundice
Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan produksi dan/atau pengeluaran empedu. Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A,D,E,K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati.
Adanya kelebihan bilirubin dalm sirkulasi darah dn penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita telihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan faeces lebih terang.
Pemeriksaan unuk kolestasisi dan jaundice:
Fosfatase Alkali, Gamma GT, Bilirubin Total, Bilirubin Direk.

Hemochromatosis
Hemochromatosis merupakan kelainan metabolisme besi yang ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan di dalam jaringan. Penyakit ini bersifat genetik/keturunan.
Pemeriksaan laboratorium untuk hemochromatosis :
Transferin, Ferritin

Tips Bagi penderita penyakit hati :

  1. Diet seimbang
  2. Jumlah kalori yang dibutuhkan sisesuaikan dengan tinggi badan, berat badan, dan aktivitas. pada keadaan tertentu diperlukan diet rendah kalori.

  3. Banyak makan sayur dan buah serta melakukan aktivitas sesuai kemampuan untuk mencegah sembelit.
  4. Menjalankan pola hidup yang teratur.
  5. Konsultasi dengan dokter anda.

Tips mencegah Hepatitis

  1. Senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  2. Menghindari penularan melalui makanan minuman yang terkontaminasi,suntikan, tato, tusukan jarum yang terkontaminasi, kegiatan seksual, dll.
  3. Bila perlu menggunakan jarum yang disposable/sekali pakai
  4. Pemeriksaan darah donor terhadap hepatitis virus.
  5. Program vaksinasi hepatitis B

Sumber : http://www.infeksi.com/
Situs Rumah Sakit Penyakit Infeksi, Prof Dr. Sulianti Saroso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: