e-Learning MTs Miftahul Ulum Ngemplak

Komunitasnya Murid Pintar

  • Kalender

    Desember 2016
    S S R K J S M
    « Mar    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Cek NISN

  • Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan materi e-Learning terbaru dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalui e-Mail.

    Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya

Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

Tahun ajaran 2006/2007 ini muncul kurikulum baru yaitu Kurikulum 2006 atau disebut dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh sekolah yang mengacu pada standar isi yang diterbitkan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) yang dilaksanakan oleh setiap pendidikan berdasarkan potensi dan kebutuhan satuan pendidikan. KTSP tidak jauh berbeda dengan kurikulum 2004 karena ia merupakan penyempurnaan dari kurikulum tersebut.

Model pembelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum 2006/KTSP telah mengalami perubahan yang sangat signifikan.  Pengajaran Bahasa Inggris pada kurikulum ini berdasarkan pada jenis teks atau genre, bukan lagi tema seperti pada kurikuilum-kurikulum sebelumnya. Oleh karena itu segala pengetahuan kebahasaan (grammar dan vocabulary) dipelajari agar siswa mampu berbicara dan menulis sesuai dengan genre yang akan diungkapkannya.

Selain itu, siswa harus mampu melakukan dialog transaktional (meminta informasi, mengajak, mengundang, memerintah, dsb) dan interpersonal (mengobrol atau basa-basi) dengan baik. Juga, siswa akan belajar membuat short functional texts, misal membuat surat izin, surat pemberitahuan, surat pribadi, brosur, e-mail, dan sebagainya.

Guru diharapkan dapat menjadikan siswa mempunyai kompetensi berbahasa Inggris dengan baik. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui sejauh mana perbedaan Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 1994 atau kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Kurikulum 1994 Kurikulum 2006 (KTSP)
  1. Bersifat tematik karena didasarkanpada tema-tema yang telah tertulis di kurikulum.
  2. Mengutamakan selesainya materi. Oleh karena itu ada kecenderungan guru akan menyampaikan semua materi sehingga sering kali kurang memerhatikan tingkat kemampuan siswa dalam menyerap semua materi tersebut.
  3. Bersifat teacher oriented. Artinya, guru menjadi pusat dalam kegiatan pemelajaran. Guru banyak “berceramah” di depan kelas untuk menyampaikan materi, dan siswa sebagai pendengar yang baik.
  1. Tidak berdasarkan tema, tetapi pada jenis teks (genre), misalnya: descriptive, narrative, recount, report, dsb.
  2. Mengutamakan ketercapaian kompetensi siswa dalam memahami dan menerapkan pemahamannya dalam bentuk monolog singkat (kaitannya dengan ekspresi-ekspresi yang diajarkan) dan produk sesuai dengan jenis teks yang telah dipelajari.
  3. Bersifat student oriented. Artinya, pembelajaran di kelas berpusat pada siswa. Guru memberikan materi demi ketercapaian kompetensi siswa dalam melakukan percakapan, serta membuat tulisan sesuai dengan jenis teks yang dipelajari.

Karena perubahan model pengajaran tersebut, bentuk penyajiannya pun mengalami perubahan.


Possibly related posts: (automatically generated)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

 
%d blogger menyukai ini: